Seputar Peradilan

PASCA TMP PA CURUP KEHILANGAN

PINDAH min

Pasca keluarnya Hasil Rapat Promosi/ Mutasi Hakim tanggal 8 Agustus 2018 dan Hasil Rapat Promosi/ Mutasi tenaga Kepaniteraan tanggal  28 Agustus 2018 dan  akan diresmikannya pembentukan 52 Pengadilan Agama diwilayah-wilayah pemekaran sangat terasa di Pengadilan Agama Curup, dan bulan September keluar juga Hasil Rapat Promosi/ Mutasi Hakim tanggal 25 September 2018 dan Hasil Rapat Promosi/ Mutasi tenaga Kesekretariatan tanggal 25 September 2018, maka Pengadilan Agama Curup merasa sangat kehilangan, dari keempat hasil rapat tersebut 4 orang hakim PA Curup dimutasikan antara lain Dra. Hj. Yurni  promosi menjadi Hakim Pengadilan Agama Padang Kelas IA, Djurna’aini, S.H. mutasi menjadi Hakim Pengadilan Agama Lubuk Linggau Kelas IB, Muhammad Aliyuddin, S.H,. M.H.  promosi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Kuala Kurun Kelas II diwilayah Propinsi Kalimantan Tengah dan Muhammad Hanafi, S.Ag. promosi menjadi Wakil Ketua Pengadilan Agama Dataran Honipopu Kelas II Kabupaten Seram Bagian Barat Propinsi Maluku, selain itu juga dari Kepaniteraan Panitera PA Curup Dra. Leni Puswati  menjadi Panitera Pengganti PTA Bengkulu serta dari tenaga kesekretariatan staf Panitera Muda Hukum Syuhidah, S.H, menjadi Kasubbag Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Pengadilan Agama Kepahiang Kelas II. 

Pembentukan pengadilan-pengadilan baru ini benar-benar terasa dampaknya dilingkungan Pengadilan Agama Curup,  perekrutan SDM, baik teknis maupun nonteknis, inilah yang dirasakan Pengadilan Agama Curup yang hanya tinggal 5 orang hakim termasuk Ketua dengan perkara yang banyak, membuat Ketua PA harus bekerja ekstra  untuk menyidangkan perkaranya bersama 4 orang hakim lainnya.

Meskipun demikian,  Ketua Pengadilan Agama Curup sangat bersyukur karena semua yang dimutasikan dari PA curup mendapatkan promosi sebagai upaya untuk pengembangan karir  dan juga untuk meningkatkan motivasi kerja yang bersangkutan ditempat tugas yang baru.

Dengan banyaknya mutasi, membuat  semua karyawan di PA curup juga merasa kehilangan karena persabahatan dengan rekan kerja. Teman sekantor adalah sahabat, Mereka adalah orang yang terlalu sering bertemu,  bersama dengannya sepanjang hari, lima hari dalam sepekan, terkadang di ujung Minggu juga masih saling menjalin komunikasi. Hal yang paling memberatkan adalah kehilangan rasa kebersamaan dan kedekatan yang selama ini sudah terbangun dalam hal pekerjaan maupun kehidupan personal. Namun meskipun kehilangan kami yang tinggal mengucapkan selamat bertugas dan semoga sukses mengemban amanah ditempat tugas yang baru.(Humas & ti-pa-curup)