Seputar Peradilan

HAKIM PA CURUP BERHASIL MENDAMAIKAN PARA PIHAK DALAM PERKARA GUGATAN HARTA BERSAMA

PA CurupSenin, 21 Mei 2018

Setelah melakukan upaya mediasi pertama pada tanggal 3 Mei 2018, pada agenda ke dua mediasi yang dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2018, hakim mediator, Ibu Hj. Dra. Yurni berhasil mendamaikan para pihak yang berperkara dalam gugatan harta bersama. Upaya damai yang dilakukan para pihak tersebut tidak terlepas dari kepiawaian hakim mediator dalam mendamaikan para pihak dan juga adanya i’tikad baik dari kedua belah pihak yang berperkara untuk menempuh upaya damai.

WhatsApp Image 2018 05 18 at 10.43.47Kasus Posisi

Pada tanggal 18 April 2018, penggugat yang merupakan mantan suami tergugat mengajukan mengajukan gugatan harta bersama kepada PA Curup terhadap tergugat mengenai harta bersama.

Dalam gugatannya, penggugat menjelaskan bahwa selama membina rumah tangga dalam kurun lebih kurang 18 (delapan belas tahun) (dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2017) Penggugat dan Tergugat ada memiliki harta bersama dengan taksiran nilai sebesar 752.000.000,-

Atas gugatan tersebut, penggugat meminta kepada majelis hakim memutuskan bahwa harta tersebut merupakan harta bersama dan dapat dibagi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

WhatsApp Image 2018 05 18 at 10.38.49Proses Mediasi

Pada awal proses mediasi, penggugat dan tergugat pada dasarnya menginginkan adanya perdamaian di luar persidangan. Akan tetapi, masih terdapat perbedaan pendapat diantara kedua belah pihak. Namun, pada proses mediasi kedua masing-masing pihak sepakat bahwa tanah, rumah, dan harta lainnya akan dijual dan hasil dari penjualan tersebut akan dibagi dua.

Khusus mengenai kebun, penggugat mengakui bahwa kebun tersebut merupakan pemberian (hibah) orang tua Tergugat. Namun karena tanaman di atasnya (tanaman kopi) merupakan hasil usaha antara Penggugat dan Tergugat selama membina rumah tangga, maka Penggugat dan Tergugat sepakat bahwa kebun kopi tersebut akan diserahkan kepada anak Penggugat dan Tergugat dengan syarat harus dikeluarkan ganti rugi biaya pengolahannya sejumlah Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah), masing-masing menerima Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan kebun kopi tersebut diserahkan oleh Tergugat setelah anak-anak Penggugat dan Tergugat setelah dewasa dan hasil dari kebun kopi tersebut juga diserahkan untuk anak-anak Penggugat dan Tergugat.

Selain itu, Penggugat dan Tergugat akan menenggung bersama hutang kepada Bank BRI Cabang Curup dengan membayar angsurannya di bagi dua. Dan akan membayar hutang kepada Bank BRI Cabang Curup yang dibayar dari hasil perjualan harta bersama setelah terjual;

WhatsApp Image 2018 05 18 at 10.48.41

Dengan kesepakatan tersebut, maka proses perkara gugatan Harta Bersama dengan register nomor perkara 261/Pdt.G/2018/PA.Crp berakhir dengan kesepakatan damai. “Ini merupakan salah satu prestasi bagi Pengadilan Agama Curup maupun bagi hakim mediator yang menangani perkara ini karena dapat menjadi washilah tercapainya kesepakatan damai dari para pihak” ungkap Bapak Ketua Pengadilan Agama Curup.

Sebelumnya, melalui jalan mediasi pula yang dipimpin oleh hakim mediator yang sama, Drs. Hj. Yurni berhasil mendamaikan sebagian untuk perkara cerai talak dengan register perkara nomor: 249/Pdt.G/2018/PA.Crp. Dengan demikian, proses jalannya mediasi di PA Curup diharapkan senantiasa sejalan dengan tujuan diberlakukannya PERMA No 1 Tahun 2016 serta KMA Nomor 108/KMA/SK/VI/2016.

#Humas dan Tim IT (Aly, Fahadil dan Fahad)#